Siswa SMP Jadi Korban Begal, Serahkan Honda Scoopy Karena Trik Ini

Estimated read time 3 min read



– Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) inisial AM (12) jadi korban begal.

Ia polos serahkan Honda Scoopy yang ia kendarai ke pelaku karena ditipu pakai trik halus, (8/8/25) lalu.

Warga desa Morombuh, Kwanyar, Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu jadi korban begal saat sedang menunggu kakak-nya yang duduk di bangku SMA pulang sekolah.

Korban yang sedang menunggu di atas skutik Honda 110 cc itu lalu dihampiri oleh pelaku yang berpura-pura meminjam motor untuk beli bensin.

Korban yang iba lalu membantu pelaku mencari bensin dan pelaku langsung mengambil alih motor matic tersebut.

“Lalu pelaku menyetir motor korban sedangkan korban bonceng di belakang pelaku,” ungkap Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, (18/8/25) menukil Kompas.com.

Korban mulai merasa curiga setelah pelaku membawanya sejauh 5 kilometer dari titik awal.

Korban lalu dibawa ke sebuah tempat sepi. Di situlah pelaku mulai mendorong dan memukul korban agar turun dari motornya.

Korban yang ketakutan lalu turun dari Honda Scoopy miliknya sendiri.

Pelaku langsung tancap gas meninggalkan korban.

Tak lama kemudian, korban meminta tolong dan dibantu oleh warga sekitar untuk pulang ke rumahnya.

“Keluarga korban lalu melaporkan kejadian tersebut ke kami. Sehingga kami langsung menindaklanjuti kejadian tersebut,” imbuhnya.

Tak butuh waktu lama, Polisi berhasil menelusuri keberadaan pelaku.

Dalam kurun waktu 4 hari, polisi meringkus pelaku yang kabur ke Ngawi.

Bahkan, polisi melumpuhkan pelaku akibat melawan saat ditangkap.

“Pelaku kami tangkap di Ngawi. Pelaku melakukan perlawanan pada petugas sehingga kami lakukan tindakan tegas terukur,” jelasnya.

Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menelusuri keberadaan pelaku.

Dalam waktu 4 hari, polisi meringkus pelaku yang kabur ke Ngawi.

Bahkan, polisi melumpuhkan pelaku akibat melawan saat ditangkap.

“Pelaku kami tangkap di Ngawi. Pelaku melakukan perlawanan pada petugas sehingga kami lakukan tindakan tegas terukur,” jelasnya.

Pelakunya yaitu Zamroni (29) warga Desa Banyu Pelle, Palengaan, Pamekasan yang kini berakhir di balik jeruji.

Beruntung, Honda Scoopy yang sempat hilang dibegal itu berhasil ditemukan dan dikembalikan ke korban.

AM datang bersama kakaknya ke Mapolres Bangkalan untuk mengambil Honda Scoopy yang hilang usai dibegal saat pulang sekolah itu.

Polisi berhasil meringkus pelaku dan mengamankan barang bukti motor korban yang dibegal oleh pelaku.

Hafid mengatakan, Scoopy yang telah diamankan itu akan dikembalikan pada korban dengan sistem pinjam pakai.

Sebab, Honda Scoopy itu masih menjadi barang bukti kasus pembegalan hingga kasus inkrah.

“Ya, motor ini kami pinjam pakai ke korban,” ujarnya, Senin (18/8/2025).

Ia juga meminta agar korban yang masih berusia 12 tahun itu tak lagi menggunakan motor saat sekolah.

Sebab, korban masih di bawah umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sehingga tidak boleh membawa kendaraan.

“Korban nanti tidak boleh bawa motor lagi ya ke sekolah,” imbuhnya.

Kakak korban, Dewi Marisa mengaku bersyukur motor keluarganya kembali ditemukan oleh polisi.

Ia berjanji, adiknya tidak akan membawa motor kembali untuk pergi ke sekolah.

“Terima kasih Polres Bangkalan sudah menemukan motor kami dan berhasil menangkap pelaku,” tutur Dewi.

Setelah kejadian tersebut, ia dan keluarganya akan lebih berhati-hati lagi saat membawa motor dan tidak mudah percaya pada orang asing.

“Ini pelajaran berharga untuk saya dan keluarga. Setelah ini, adik saya tidak akan pakai motor lagi,” pungkasnya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours