Priangan Insider
– Drama hukum yang melibatkan artis kontroversial Nikita Mirzani kembali pecah di ruang sidang.
Persidangan yang digelar hari ini memanas sejak awal, setelah hakim kembali menolak permintaan Nikita untuk memutar rekaman penting yang tersimpan dalam flashdisk miliknya.
Permintaan tersebut sebelumnya juga sempat ditolak dalam sidang sebelumnya, dan kini menjadi bahan spekulasi publik tentang transparansi dan keadilan hukum di Indonesia.
Yang bikin publik makin geram, Nikita lagi-lagi dipaksa memakai rompi tahanan oleh pihak jaksa meskipun belum ada putusan tetap dari pengadilan.
Aksi itu memicu keributan dan komentar tajam dari warganet yang menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk kriminalisasi terselubung.
Namun yang paling bikin geger jagat maya, adalah unggahan viral dari Lucinta Luna di akun TikTok-nya.
Dalam video berdurasi singkat itu, Lucinta membocorkan isi rekaman yang katanya berasal dari flashdisk Nikita.
Rekaman tersebut diduga berisi percakapan yang mengejutkan: dugaan adanya pengkondisian sidang dan upaya sistematis untuk menjebloskan Nikita ke penjara dalam kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjeratnya.
Isi rekaman itu langsung menyulut amarah netizen. Obrolan yang terekam memperlihatkan adanya dugaan aliran dana ke beberapa oknum di lingkungan hukum, yang memunculkan pertanyaan serius: benarkah hukum di negeri ini bisa diatur oleh amplop?
Kondisi ruang sidang pun kembali ricuh. Nikita tak tinggal diam. Dengan suara lantang yang menggema ke seluruh ruangan, ia menyuarakan keresahannya.
“Di sini cari keadilan, bukan cari uang! Di sini cari keadilan, bukan cari amplop!”
tegas Nikita.
Pernyataan itu sontak jadi kutipan yang menyebar cepat di berbagai platform sosial media. Banyak warganet menyebut Nikita sebagai simbol perlawanan terhadap sistem hukum yang mulai kehilangan arah.
Banyak pihak menilai bahwa persidangan Nikita Mirzani kini telah bergeser dari sekadar perkara pribadi menjadi sorotan nasional yang menggambarkan wajah hukum Indonesia.
Penolakan berulang atas bukti yang ingin diajukan, hingga dugaan pengkondisian persidangan yang tersebar di media sosial, memperkuat opini publik bahwa ada yang tidak beres di balik layar proses peradilan.
Sementara pihak Kejaksaan belum memberikan klarifikasi resmi terkait isi rekaman tersebut, tekanan publik terus membesar.
Tagar #KeadilanUntukNikita dan #HukumBisaDibeli trending di X (Twitter), dengan ribuan komentar yang mempertanyakan netralitas aparat hukum.
Belum jelas apakah pengadilan akan mempertimbangkan kembali bukti dari pihak Nikita. Namun satu hal yang pasti: masyarakat kini tak lagi pasif.
Dunia maya telah menjadi panggung baru dalam mengawal keadilan, dan suara-suara kecil tak bisa lagi diabaikan begitu saja.
Kasus ini bisa jadi momentum penting untuk membongkar akar-akar persoalan hukum di Indonesia. Apakah kita masih percaya pada keadilan? Atau kita justru harus mulai meragukan palu hakim yang mungkin tak lagi bebas dari tekanan?
Sidang Nikita Mirzani hari ini bukan cuma soal artis dan kontroversinya. Ini tentang cermin besar yang memperlihatkan retaknya sistem hukum yang selama ini diyakini netral.
Ketika rekaman viral bisa mengungkap hal yang selama ini disembunyikan, pertanyaannya tinggal satu: siapa yang sebenarnya takut pada kebenaran? (***)
+ There are no comments
Add yours