Dulu Dipenjara 5 Tahun Karena Kanibalisme, Kini Sumanto Jadi Selebgram dan Bintang Film

Estimated read time 3 min read



– Masih ingat Sumanto, pria asal Purbalingga, Jawa Tengah, yang terlibat kasus kanibalisme?

Aksinya terungkap pada 11 Januari 2003. Kala itu dia menginjak usia 32 tahun.

Warga Desa Majatengah menyadari bahwa jenazah Mbok Rinah (81) yang baru dimakamkan selama 16 jam menghilang.

Tulang belulang dan sisa jenazah Mbok Rinah kemudian ditemukan di rumah Sumanto.

Dia mengaku telah melakukan kanibalisme, yaitu memakan daging manusia, setelah ditangkap polisi pada 13 Januari 2025.

Tak hanya Mbok Rinah, dia juga melakukan hal serupa terhadap dua jenazah saat bekerja di Lampung.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di
Google News

Dia mengatakan sengaja memakan daging manusia demi memperoleh kekuatan gaib.

Faktor ekonomi dan kegagalan rumah tangga disebut-sebut memengaruhi aksinya.

Dia lantas divonis lima tahun penjara dan bebas pada 24 Oktober 2006.

Akan tetapi, lingkungan tempat tinggalnya menolak kebebasan itu hingga Sumanto ditampung di Yayasan Rehabilitasi An Nur Desa Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga.

Di sana, dia mendapat perawatan medis dan terapi rehabilitasi kejiwaan.

Hampir 20 tahun berlalu, Sumanto kini sudah bisa bersosialisasi dengan orang lain karena jauh lebih tenang walau masih sering melantur.

Belakangan dia dikenal sebagai selebgram dan konten kreator.

Akun Instagram @sumantoofficial_ sudah memiliki 23,8 ribu pengikut per hari ini, Kamis (21/8/2025).

Selain konten lucu, pria yang sekarang berusia 51 tahun itu juga membuat konten mukbang alias makan-makan.

Dia bahkan menerima sejumlah endorsement.

“Dulu ngejar orang, sekarang dikejar endorse,” ujar Sumanto saat ditemui
Kompas.com
di Purwokerto, belum lama ini.

Sebagian besar konten yang dibagikannya memang berfokus pada makanan.

Sumanto mengaku senang saat memasak atau mencicipi makanan berbahan dasar daging.

“Dulu masak daging hidup-hidup, sekarang full matang,” katanya berseloroh.

Tak hanya itu, Sumanto juga main film.

Dia berpartisipasi di film Labinak: Mereka Ada di Sini yang digarap oleh sutradara Azhar Kinoi Lubis.

Hal itu dikonfirmasi oleh penulis skenario Pratiwi Juliani.

Sumanto berperan sebagai cameo untuk memberi kejutan bagi penonton.

“Pak Sumanto untuk di filmnya ini sendiri, selain beliau bekerja sama pada saat kami melakukan riset untuk skrip-nya, untuk di film ini sendiri kami hanya ingin memberikan kejutan aja sih kepada penonton gitu,” ujar Pratiwi saat ditemui di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (18/8/2025), melansir dari
Kompas.com
.

Meski begitu, Pratiwi mengatakan menjadikan Sumanto sebagai bahan riset karena filmnya mengusung tema kanibalisme.

Pratiwi Juliani mengaku dirinya sempat mewawancarai Sumanto untuk menggali informasi terkait kanibalisme.

“Kami berinteraksi hanya sebatas kami mengorek informasi dari beliau,” kata Pratiwi.

Pratiwi Juliani mengatakan Sumanto kini sudah bertransformasi menjadi manusia yang lebih baik.

“Dan kami melihat bahwa transformasi beliau sebelumnya melalui kasus itu dan sekarang beliau sudah menjadi pribadi yang jauh lebih baik itu menjadi motivasi kami sih,” kata Pratiwi Juliani.

Proses riset pun berlangsung cukup menantang karena keterbatasan komunikasi.

Namun, Pratiwi Juliani merasa obrolannya bersama Sumanto cukup untuk pengembangan naskah skenario Labinak.

“Paling keterbatasan komunikasi ya, kita memang harus sabar berkomunikasi dengan beliau. Tapi beliau secara pribadi itu sangat suportif, dan beliau sangat terbuka terhadap pertanyaan-pertanyaan sederhana,” pungkas Pratiwi.

Labinak: Mereka Ada di Sini menceritakan tentang perjuangan seorang ibu tunggal bernama Najwa yang berusaha melindungi putrinya, Yanti, untuk dijadikan tumbal ritual sekte kanibalisme elite milik keluarga Bhairawa.

Film horor ini dibintangi oleh Nayla D Purnama, Raihaanun,Arifin Putra, Jenny Zhang, dan Giulio Parengkuan.

Labinak: Mereka Ada di Sini akan tayang pada 21 Agustus 2025.


—–


Berita viral
dan
berita seleb
lainnya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours