Arya Daru Dikabarkan Buang HP, Kehadiran Vara Dion Jadi Sorotan Usai Temui Diplomat

Estimated read time 5 min read



Meski pihak polisi telah mengumumkan penyebab kematian diplomat Kemlu Arya Daru, namun hingga saat ini publik masih merasa ada yang menjanggal.

Salah satunya yakni HP Arya Daru yang digunakan untuk sehari-hari hingga saat ini belum ditemukan.

Hp Arya Daru tersebut seharusnya bisa menjadi kunci utama untuk menguak kematian sang diplomat.

Namun sayangnya hingga saat ini, pihak penyelidik belum menemukan ponsel Arya Daru tersebut.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra mengakui pihaknya kesulitan menemulan ponsel pribadi milik diplomat muda itu.

“Handphone Samsung S22 Ultra yang sehari-hari digunakan oleh korban sampai sekarang belum ditemukan,” ungkapnya.

Adapun ponsel yang menjadi barang bukti dan diperiksa tim digital forensik adalah ponsel yang ditemukan di kamar kos Arya Daru.

Ponsel tersebut ialah Samsung Note 9 yang terakhir aktif pada tahun 2022.

“Menurut keterangan bahwa hp itu memang tidak dipakai. Tapi ada di kamar,” ucap Wira.

Belakangan disebut, ponsel tersebut sengaja dibuang Arya Daru untuk menghilangkan jejak.

Kesengajaan ini diperkuat dari temuan penyidik, bahwa Arya Daru sempat salah mengirim pesan WhatsApp.

Sejak itu, ponsel Arya Daru tak bisa lagi dihubungi.

Kondisinya tidak aktif, dimana posisi terakhir terlacak di Mal Grand Indonesia (GI).

Di mal itu, Arya Daru juga terakhir berkomunikasi dengan istrinya.

Ia terakhir kali berkomunikasi dengan istrinya melalui ponsel tersebut sekitar pukul 21.00 WIB.


Sengaja dibuang

Penasihat Ahli Kapolri, Irjen (Purn) Aryanto Sutadi menyebut, HP tersebut sengaja dibuang oleh Arya Daru sendiri.

Ia menduga HP tersebut berisi informasi yang sensitif tentang pribadi Arya Daru, sehingga sengaja dibuang untuk meninggalkan jejak.

“Diperkirakan memang dibuang, dihilangkan oleh almarhum. Kesimpulan dari para penyidik,” ucap Aryanto, dikutip dari YouTube Metro TV.

Ia menangkal dugaan jika HP Arya Daru dicopet atau dirampas paksa orang lain, sebab kondisi ponselnya dalam keadaan mati.

“Nggak ada dicopet, nggak ada apa-apa. Off aja nggak bisa dihubungi lagi,” jelasnya.

Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno menilai, ponsel Arya Daru wajib dicari, sebab bisa menyimpan petunjuk.

Ia curiga, ponsel tersebut hilang karena Arya Daru mendapat ancaman yang dikirim via WhatsApp.

Ancaman tersebut membuat Arya Daru ketakutan, lalu membuang HPnya dan lari ke rooftop Kemenlu.

“Ada motif apa dia komunikasi di sini kemudian putus. Apakah satu, mungkin ada ancaman, mungkin ada yang kirim WA atau pesan saya tahu anda dimana, misalnya gitu, kemudian ketakutan HP dibuang,” ungkapnya, dikutip dari Kompas TV.

Tak hanya itu, ia juga meminta penyidik mengusut tuntas sosok Dion dan Vara.

Mereka berdua, terekam dalam CCTV, bersama Arya Daru berbelanja di GI.

Oleh karena itu, Oegroseno merasa perlu digali informasi mengenai keberadaan Dion dan Vara sebelum dan sesudah ke GI.

Aktivitas mereka malam itu, menurutnya, harus dibuka ke publik, apakah mereka berpisah di GI atau sama-sama menuju Kantor Kemenlu.

“Kan itu harus dibuka kepada publik, sehingga kalau misalnya ikut , ada indikasi apa, ada motif apa yang bersangkutan naik ke rooftop,” ucapnya.


Arya Daru Bertemu Dion dan Vara

Sebelum ditemukan tewas, Arya Daru sempat membuat istrinya khawatir sampai berkali-kali menghubungi penjaga kos.

Sang istri, Meta Ayu Puspitanti tidak bisa menghubungi Arya Daru Pangayunan sejak sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (7/7/2025).

Arya Daru terakhir kali mengabari sang istri saat sedang mengantre taksi di Grand Indonesia.

Berdasarkan rekaman CCTV, Arya Daru berbelanja dengan dua orang yakni Dion dan Vara dari pukul 17.52 WIB.

Kemudian pada pukul 20.45 WIB, Arya Daru terekam CCTV sedang mengantre taksi Blue Bird dengan membawa tas gendong dan tas belanja.

Pada potongan CCTV yang dibagikan Polda Metro Jaya, Arya Daru tampak berjalan seorang diri.

Kemudian pada pukul 21.18 WIB, saat masih menunggu antri taksi, Arya Daru rupanya salah mengirim pesan WhatsApp.

“Berdasarkan CCTV terlihat korban antri Taxi Blue Bird korban membawa tas gendong dan tas belanja. Sesuai dengan keterangan saksi bahwa korabn salah mengirim pesan WhatsApp,” tulis keterangan CCTV.

Lalu pada pukul 21.21 WIB, Arya Daru terekam menaiki taksi Blue Bird.

Menurut keterangan, setelah salah mengirim pesan WhatsApp itu, HP Arya Daru langsung mati dan tidak aktif lagi hingga saat ini.

Diduga HP itu sengaja dimatikan oleh Arya Daru.

Tak hanya mematikan HP, Arya Daru juga panik mengubah-ubah rute perjalanan saat berada di dalam taksi.

Awalnya Arya Daru memesan taksi menuju ke Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Kemudian di perjalanan ia mengubah rute ke kosannya di Gondandia.

Namun Arya Daru kembali mengganti rute dan malah pergi ke Gedung Kemlu.

“Berdasarkan CCTV terlihat korban menaiki Taxi Blue Bird Nomor RD 2323 sesuai dengan keterangan saksi bahwa berdasarkan keterangan supir taksi korban beberapa kali merubah tujuan (Terminal 3 Bandara Soetta, Gondangdia dan tujuan terakhir ke Kemenlu). Sesuai dengan analisa IT profil korban (nomor korban sudah tidak aktif),” tulis keterangan lagi.

Pukul 21.40 WIB dari CCTV Pos 1 Kemlu, Arya Daru berlari ke Gedung Kemlu.

Arya Daru terlihat membawa tas gendong dan tas belanja.

Pukul 21.43 WIB, Arya terlihat menuju rooftop lantai 12.

Ia berada di rooftop sekitar 1 jam 26 menit.

Setelah itu Arya Daru kembali ke kosannya pukul 23.23 WIB.

Hingga ditemukan tewas pada pukul 07.39 WIB di kosannya.

Berdasarkan hasil autopsi, sebab kematian Arya Daru akibat pertukaran oksigen pada saluran napas atas yang menyebabkan mati lemas.

Polisi menyimpulkan kematian Arya Daru tanpa campur tangan pihak lain.

Artikel ini telah tayang di
TribunnewsBogor.com

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours